Undana Lepas 1.772 Wisudawan /ti di Gedung Graha Cendana

Universitas Nusa Cendana (Undana) akhirnya melepas wisudawan/ti pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Wisuda, Magister dan Sarjana Periode Juni 2022 secara luring. Sebelumnya, wisuda di Gedung Graha Cendana tersebut dilaksanakan secara hybrid; daring dan luring. 1.772 wisudwan/ti diwisuda dalam dua sesi; pagi dan sore, di mana masing-masing sesi diikuti sebanyak 886 wisudawan/ti, yang terdiri dari 1721 sarjana, 8 profesi dan 43 magister.

Upacara wisuda yang dipimpin Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc tersebut dilaksanakan pada Kamis 30/6/2022) di Gedung Serbaguna Graha Cendana. Hadir, Plt. Sekretaris Senat Undana, beserta sejumlah anggota, para Kepala Biro di lingkungan Undana, dan jajaran Dharma Wanita Undana. Hadir pula, perwakilan Konsulat Timor Leste di Kupang, Kasie PPS Kajati NTT, Danpokbansus Tim Intel Rem 161/Wira Sakti, Kadisminpers Lantamal 7 Kupang dan Kasie Bimtes Lanud El Tari Kupang, serta ribuan orangtua wisudawan/ti

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam pidatonya berjudul “Bertumbuh Bersama Almamater” menyampaikan, di tengah tantangan dunia menghadapi disrupsi, menyebabkan perubahan di berbagai sektor, baik itu teknologi, ekonomi, politik termasuk sektor pendidikan. Situasi perang Rusia-Ukraina juga ikut berkontribusi terhadap kanaikan harga komoditas, energi dan pangan. Dari segi ekonomi, IMF menyebut pertumbuhan ekonomi dari 4,4 persen, menjadi 3,6 persen, bahkan diprediksi menjadi 3,2 persen. “Kondisi yang mengarah ke resesi ini akan menyebabkan dampak, antara lain investasi bisa saja anjlok dan secara otomatis akan menghilangkan sejumlah lapangan pekerjaan. Kondisi ini akan membuat angka pengangguran dan kemiskinan menjadi meningkat,” bebernya.

Karena itu, Rektor mengingatkan wisudwan/ti agar melengkapi diri dengan ketrampilan untuk memenangkan berbagai persaingan. “Jadilah pribadi yang selalu bersemangat untuk memperlengkapi diri dengan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan baru, baik berupa keterampilan teknis maupun softskils untuk memperlengkapi basis kompetensi yang dimiliki sebagai seorang sarjana. Dengan demikian anda akan menjadi pribadi yang penuh kreatifitas dan inovasi memenangkan beragam persaingan pekerjaan dan karir,” tandasnya.

Rektor, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc memindahkan tali kucir salah satu wisudawati terbaik pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Wisuda, Magister dan Sarjana Periode Juni, Kamis 30/6/2022) di Gedung Graha Cendana.

“Sungguh suatu ironi, apabila seorang sarjana menganggur dan menjadi beban bagi keluarga, bahkan masyarakat dan negara. Ia harus berdampak positif, menjadi mata air bagi keluarga, bagi masyarakat yang dahaga akan kesejahteraan, dan bukan sebaliknya menjadi air mata bagi kelarga dan masyarakat,” harap Rektor Undana.

Di tengah distrupsi saat ini, papar Rektor, Undana juga telah bertansformasi secara institusional dari status PTN Satker menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Status ini memberi ruang yg lebih otonom dalam mengelola keuangan dan sd lainnya. Hal ini dapat disaksikan dari begitu banyak infrastruktur dan gedung kuliah rumah sakit dan gedung-gedung penunjang tridarma lainnya, yang berhasil di bangun secara mandiri menggunakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Undana. “Sebab, hampir lebih dari 10 tahun pengehentian APBN dari Pempus untuk pembangunan infrastruktur di PTN. Karena itu Undana menggunakan PNPB dari UKT dari mahasiswa,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin. Rektor mengungkapkan, draft substansi UU Sisdiknas yang sedang dibahas saat ini menyiratkan perubahan status yang bersifat segera, dari status PTN BLU menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Status PTN BH, jelas Rektor, akan memberi otonomi penuh kepada PTN bersangkutan untuk mengelola institusinya, disisi lain dituntut untuk mengembangkan pendapatan dari sumber daya yang dimiliki baik asset maupun sumber dayanya.

Rektor juga menegaskan, peningkatan pendapatan PTN tidak boleh diperoleh dari pendapatan UKT mahasiswa, tapi berasal dari optimalisasi aset, penelitian, kerjasama dengan pihak swasta maupun dari sumbangan alumni. Sumbangan alumni, misalnya, kemudian dijadikan sebagai dana abadi yang diperuntukan bagi beasiswa, riset, pengembangan SDM, dan inovasi-inovasi yang dihasilkan dari PT bersangkutan. “Undana adalah almamater anda, menyiratkan ibu yang menyusui. Ketika anda menamatkan pendidikan disebut alumni, secara individu disebut alumnus atau alumnya, yang artinya bayi yang menyusui, maka seorang bayi atau anak tidak serta merta melupakan ibu yang menyusuinya,” ungkapnya. Rektor membeberkan, saat ini banyak alumni Undana yang telah menjadi pejabat penting di Indonesia, termasuk pernah menjadi Gubernur NTT, Wakil Gubernur hingga Bupati. “Termasuk Bupati yang kita wisuda saat ini, Bupati Alor. Ingatlah Undana adalah ibu yang menyusui. Saya bukan alumni UndAna, tapi kalau anda menanyakan darah saya, darah saya adalah darah Undana,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Diakhir sambutannya, Rektor atas nama pimpinan Undana, mengucapkan terima kasih orangtua/wali yang telah mempercayakan putra/putrinya menimbah ilmu di Undana, dan memohon maaf kepada para wisudawan/ti, apabila di dalam proses perkuliahan, tidak mendapat layanan yang maksimal.

Rektor, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc saat memimpin Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Wisuda, Magister dan Sarjana Periode Juni 2022. Tampak ia diapit WR I, Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M. Si, WR II, Ir. Jalaludin, M. Si, WR III, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc, dan WR IV, Dr. Jefri S. Balle, ST., M. Eng

Perwakilan wisudawan/ti, Breldy Angela Lerrick, SH dalam kesan dan pesannya menyampaikan, atas nama 1772 wisudawan, dirinya bersyukur dan bangga, akhirnya bisa menjadi alumni Undana. Baginya, Undana bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu, tetapi Undana adalah rumah. “Undana bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu, tetapi Undana adalah rumah. Rumah yang mengajarkan kami untuk menjadi orang hebat yang dapat berguna bagi orang lain,” ujar alumna Fakultas Hukum itu.

Baginya, tidak mudah memakai toga, sebab banyak perjuangan dan rintangan yang telah dilewati para wisudawan. “Kita semua pernah berada pada kondisi sulit seperti konsultasi dengan dosen, tetapi tidak bertemu, maupun hampir tidak lulus mata kuliah, tetapi hari ini rintangan dan tantangan itu yang menjadikan kuat dan tangguh untuk dapat memakai toga ini,” ungkap wisudawan termuda Undana itu. Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan ungkapan syukur kepada Tuhan, dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah mendukung selama proses akademik. Dan, kepada orangtua yang selalu mendoakan dalam setiap kondisi yang dihadapi.

“Ketika menjadi alumni, bukan langkah kita sudah berhenti, tetapi ini langkah awal untuk meraih impian kita. Sebab, dunia kerja dan usaha tidak akan mudah dilalui,” pungkasnya. (rfl)

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *