Rektor Undana Lepas 86 Mahasiswa Modul Nusantara Inbound Periode Pertama

Sebanyak 86 (delapan puluh enam) mahasiswa Modul Nusantara Inbound periode pertama asal 19 (sembilan belas) Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, yang mengikuti program Modul Nusantara Inbound di Universitas Nusa Cendana (Undana) dilepas Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc. Pelepasan mahasiswa modul nusantara yang dipadukan dengan pentas seni tersebut berlangsung meriah. Kemeriahan acara tersebut diawali dengan Jikom Dance yang dibawakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi dengan berbusana adat lengkap asal Rote Ndao, diikuti fashion show yang diperagakan sejumlah mahasiswa dan mentor modul nusantara di Auditorium Undana, Selasa (21/12/2021).

Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam, Wakil Rektor II Ir. Jalaludin, M. Si, WR IV Ir. I Wayan Mudita, Ph. D, Kepala BAAKPSI Undana, sejumlah dekan, dan dosen foto bersama perwakilan mahasiswa modul nusantara di Auditorium Undana

Hadir Wakil Rektor Bidang Keuangan Ir. Jalaludin, M. SI, Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Sistim Informasi (BAAKPSI), Drs. Jimmy Benu, M. Si para dekan, dosen pendamping, mentor modul nusantara dan sejumlah mahasiswa Undana.

Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam, M. Sc ketika menutup program modul nusantara di Undana, menyampaikan apresiasinya atas program modul nusantara yang dilakukan selama dua bulan di Undana. Sebagai pimpinan Undana, imbuh Rektor Undana, ia sangat bersyukur dan gembira, karena program tersebut akhirnya selesai dan berjalan dengan baik dan nyaman. Meski di tengah kegamangan yang muncul di tengah program tersebut, ungkap Dr. Maxs, ada optimis yang dibangun oleh dosen pendamping, maupun PIC Merdeka Belajar -Kampus Merdeka (MBKM) Undana.

Pihaknya mengajak, agar para peserta modul nusantara bisa membawa pulang kenangan yang baik kepada keluarga dan almamater asal. “Titipkan salam hangat kami kepada pimpinan di universitas masing-masing, dengan harapan dalam kebersamaan dan interaksi adik-adik bisa mengapresiasi keberagaman Indonesia,” harap Rektor Undana. Ia juga meminta agar mahasiswa peserta bisa lebih mengapresiasi keberagaman. “Ceritakan tentangan keberagaman dan kebinekaan Indonesia, bagaimana kita hidup bersama tanpa mempersoalkan suku, ras, golongan, apalagi agama,” sambung Dr. Maxs.

Sambutan dosen pembimbing yang diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Suliha Neonufa, ST., MT mengaku sangat bahagia, karena program modul nusantara sebagai bagian dari program MBKM mampu dilaksanakan di Undana sejak Agustus hingga Desember 2021. Ia merincikan, sebanyak 242 mahasiswa yang mengikuti program modul nusantara, namun hanya 86 mahasiswa yang berada di Kota Kupang untuk mengikuti secara luring, selama Oktober hingga Desember 2021. Ia menyebut, program modul nusantara pertama Undana berupaya menggali budaya dan toleransi di NTT.

WD I Akademik FST itu menuturkan, awalnya program tersebut cukup gamang. Namun, di tengah keterbatasan tersebut ujar dia, sebanyak 24 modul bisa diajarkan kepada mahasiswa. Menurutnya, ada banyak hal yang sudah dilakukan selama 2 (dua bulan) secara luring. Karena itu, pihaknya yakin para mahasiswa bisa membawa pulang hal baik dan pengalaman berharga dari Undana, selama mengikuti kegiatan modul nusantara.

Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam ketika memberikan cenderamata kepada sejumlah perwakilan mahasiswa modul nusantara pada acara pertukaran cenderamata di Auditorium Undana.

Kesan dan pesan mahasiswa peserta modul nusantara yang diwakili Anastasia Hulu, mengaku sangat senang ketika mengikuti program modul nusantara di Kota Kupang, khususnya Undana. “Kesan pertama di Kota Kupang adalah Bahasa Kupang, karena Bahasa Kupang membuat saya canggung dengan lawan bicara. Saya yakin seluruh kawan-kawan sudah bisa Bahasa Kupang to, yakin ko sonde,” ujarnya dengan Kupang Malay. Melalui modul nusantara, ujar Anastasia, dirinya dan seluruh mahasiswa bisa membangun relasi lintas budaya dan adat istiadat. “Banyak teman dan relasi dari berbagai pulau baik Sumatera, Kalimantan, Papua dan Jawa, kita dipertemukan di Kota Kupang. Kita juga belajar berbagai budaya di Indonesia. Itulah kenapa kita di sebut mahasiswa modul nusantara,” kenangnya. “Dengan modul nusantara, jangan lupa kisah kita di Kota Kupang. Biarkah Kupang jadi saksi bisu dari kisah yang kita ukir,” ujarnya memungkasi. (rfl)

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments
    Categories
    Archives