Rektor Undana Buka FP2PTPKI, Prof. La Sara: Masa Depan Indonesia Ada di Laut

Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi tuan rumah (host) pertemuan ke-2 Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI). FP2TPKI yang bertema “Orientasi dan Transformasi Perna FP2TPKI untuk Kemajuan Pengelolaan Sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia” itu dibuka secara resmi oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D di Pelataran Auditorium Undana, Kamis (14/10/2021) malam.

Sejumlah Perguruan Tinggi (PT) yang menjadi tuan rumah pertemuan ke-2 FP2TPKI adalah Fakultas Perikanan yang ada di Nusa Tenggara Timur yaitu Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Fakultas Perikanan dan Kelautan UKAW, Politani Kupang, Fakultas Perikanan Universitas Muhamadiyah (Unmuh), Politeknik Perikanan Negeri (PPN) Bolok, Fakultas Pertanian Universitas Tribuana (Untrib) Alor, Perikanan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen Wira Wacana (UKWW) Sumba.

Ketua Panitia FP2TPKI, Dr. Franchy C. Liufeto, S.Pi., M.Si dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, terutama sejumlah pimpinan PT Perikanan dan Kelautan, antara lain dari UKAW, Politani Kupang, Unmuh, PPN Bolok, Untrib Alor, Unipa Maumere dan UKWW Sumba. Dekan FKP Undana itu katakan, tahun 2021 jumlah anggota FP2TPKI meningkat menjadi 123 anggota dibanding tahun sebelumnya. Keanggotaannya, lanjut Franchy, berasal dari berbagai PT di Indonesia yang memiliki Fakultas atau Program Studi bidang Perikanan dan Kelautan. Ia menyebut, pertemuan FP2TPKI dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun. “Pada pertemuan kedua FP2TPKI tahun 2021 ini dihadiri oleh 57 peserta anggota FP2TPKI, termasuk 8 perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium,” ungkapnya.

Dr. Franchy menyatakan, FP2TPKI perlu mengambil peran nyata dalam kegiatan tersebut untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia. “Prinsip kita adalah menyebar kebaikan dimuka bumi ini -khususnya menyelamatkan sumber daya bidang kelautan dan perikanan- karena sebaik-baiknya kita adalah yang bisa memberi manfaat atau berguna kepada manusia lainnya dan lingkungannya,” ujarnya.

Ketua FP2TPKI, Prof. La Sara, M.Si., Ph. D dalam sambutannya menegaskan FP2TPKI merupakan forum para dekan, ketua departemen /jurusan dan koordinator/ketua prodi bidang ilmu perikanan dan kelautan yang berasal dari 123 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Ia menyatakan, FP2TPKI bergerak bersama semua pihak guna bertanggungjawab mengatasi masalah-masalah perikanan, kelautan, sumber daya alam, kemaritiman dan lainnya. Prof. La Sara juga mengajak mahasiswa dan generasi muda lainnya dapat mengambil peran guna melakukan aksi nyata memperbaiki, menjaga, dan mengawasi sumber daya perikanan dan kelautan, semisal melakukan restorasi terumbu karang, (lomba) penanaman bakau, (lomba) aksi bersih pantai dari sampah plastik atau bahan organik lainnya.

Selain itu, lanjut dia, mahasiswa juga bisa melakukan gerakan edukasi membangkitkan awareness generasi muda terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan dan laut, atau minimal mengendalikan diri sendiri tidak membuang sampah yang membahayakan sumber daya perikanan dan kelautan. “Saya mengajak agar aksi mengelola sumber daya tersebut secara berkelanjutan kita gelorakan di seluruh Indonesia mulai dari ujung barat Pulau Sumatera sampai ujung timur Pulau Papua serta dari ujung paling utara Pulau Sulawesi sampai paling selatan NTT,” ajak Dekan FKP Universitas Halu Uleo itu. “Aksi nyata yang kita gelorakan ini merupakan bagian kepedulian kita mempertahankan keberlanjutan sumber daya perikanan dan laut yang kita wariskan kepeda generasi muda, terutama menjaga stabilitas bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” sambung Prof.

La Sara. Lebih lanjut, kata dia, aksi tersebut mengambil momentum berkaitan dengan, empat kegiatan penting, yakni Hari Maritim yang diperingati tanggal 23 September 2021 lalu, Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, kebijakan Haluan Maritim – yang workshopnya dilaksanakan saat ini, dan Konferensi Nasional Pesisir, pulau-pulau kecil dan laut (KONAS X) – yang salah satu side eventnya adalah Coastal Award pada 7-8 Desember 2021. Prof. La Sara di sela-sela worksop haluan maritime menambahkan, masa depan lahan untuk kehidupan manusia Indonesia ada di laut.  Karena itu, menjadi kenicaan, Indonesia untuk mengelola sumberdaya laut secara maksimal. Karena itu, kegiatan FP2TPKI di Undana diharapkan dapat menjadi momentum kerjasama penelitian, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat hingga memberikan rekomendasi konstruktif kepada pemerintah.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu ketika membuka kegiatan tersebut sangat mengapresi FP2PTKI yang dilaksanakan di Undana. Ia menyatakan, rekayasa ekonomi berhasil jika dibangun diatas konstruksi sosial budaya yang siap menghadapi perubahan. Namun, kata dia, konstruksi sosial budaya NTT, saat ini, belum siap berubah dari kondisi dari green economy ke blue economic. Melalui pertemuan dan workshop, lanjut Prof. Fred, bisa menjadi momentum untuk bersama memikirkan hal-hal strategis terkait haluan maritime Indonesia.

Rektor juga menyoroti, tindakan pencemaran laut yang dilakukan oleh salah satu perusahaan minyak di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan nelayan NTT mengalami kerugian selama setahun lebih. Kendati polemik tersebut kemudian mendapat penyelesaian di Pengadilan Frederal Internasional. Namun ironis, karena saat ini nelayan NTT belum mendapat ganti rugi dari perusahaan minyak tersebut. Menurut Prof. Fred, hal tersebut tidak hanya menjadi perhatian individu, kelompok atau lembaga tertentu saja, tetapi harus menjadi perhatian pemerintah guna memperjuangkan kerusakan laut NTT. Pada akhir sambutannya, orang nomor satu di Undana ini berharap agar pertemuan dan workshop itu bisa memberikan sumbangsih pemikiran bagi daerah, bangsa, negara dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Untuk diketahui, pada workshop tanggal 15 Oktober 2021, FP2TPKI telah membahas berbagai isu penting tentang perikanan dan kelautan, seperti dukungan perguruan tinggi perikanan dan kelautan terhadap kebijakan nasional pembangunan perikanan dan kelautan, penyiapan kurikulum perikanan dan kelautan mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan penguatan program studi mencapai akreditasi unggul. Selain itu, FP2TPKI juga menyelenggarakan workshop Haluan Maritim (Coastal Side Event Konas X – Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Laut) yang akan dibuka oleh Sekretaris Kemenkomarves RI, Ir. Agung Kuswandono, MA. (Mahasiswa Magang Jikom FISIP/rfl)

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *