Rakor Evaluasi dan Pengelolaan Website Undana, Terungkap Sejumlah Catatan Kritis

Universitas Nusa Cendana (Undana) saat ini tengah berupaya meningkatkan ranking berdasarkan penilaian Ranking Web of Webometrics atau yang biasa disingkat webometrics. Bahkan, peringkat kampus dengan visi universitas berorientasi global itu ditargetkan, masuk dalam 100 besar tingkat nasional Desember mendatang. Karena itu, dalam rapat koordinasi (rakor) evaluasi dan pengelolaan website Undana yang digelar virtual, Selasa (3/8/2021) tersebut, terungkap sejumlah catatan kritis.

Beberapa catatan kritis yang terungkap diantaranya terkait kebijakan pimpinan mendukung tim satgas dan admin web, konsistensi penggunaan nama Undana, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, pentingnya data-data terbaru yang diperlukan saat wisuda, peningkatan publikasi internasional, dan perlunya layanan e-library, serta hal-hal penting lainnya.

Hadir sejumlah pimpinan Undana, diantaranya Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc., Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si, Warek Bidang Kemahasiswaan, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc, Warek Bidang Alumni dan Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M. Si., Ph. D. Hadir pula, Kelapa Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI), Drs. Jimmy Benu, M. Si, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Dra. Karolina Koriwati Sangkala, M.Si, Kabag Perencanaan BAAKPSI, Imanuel Saduk, SH., MH, Kasubag Perencanaan dan Sistim Informasi BAAKPSI Hendro Supranoto, S. Kom, M. Si, Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi, Dr. Jefry Balle, M. Eng, serta para admin website di setiap unit se-Undana.

Warek Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc

Warek Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M. Sc ketika membuka rakor evaluasi tersebut, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap pemeringkatan ranking Undana. Menurutnya, sesuai publikasi terakhir webometrics, Undana berada pada peringkat 147 dari sebelumnya 263. Pihaknya mengaku, target Undana masuk 100 besar pada Desember mendatang bisa tercapai, jika semua pihak terus berkontribusi dalam pemeringkatan tersebut.

Karena itu, ia meminta masukan dan saran serta rencana kerja tim satgas, dan para admin web setiap prodi, agar dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan pada tingkat pimpinan Undana. Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) itu juga menyarankan, dalam pemilihan redaksional judul informasi yang dibuat Humas Undana, perlu menghindari adanya bias atau ketersinggungan pihak lain, terkait dengan pemeringkatan Undana.

Warek Bidang Adminstrasi Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas capaian Undana, sembari mendorong agar target masuk 100 besar bisa terwujud. Menurutnya, kehadiran Satgas Kehumasan dan Informasi semata-mata untuk membantu dan bersinergi guna meningkatkan peringkat Undana.

“Kita ini saling membantu, mendorong dan bersinergi. Saya mendorong teman-teman agar terus berkolaborasi dan bekerjasama.” tegas Warek II. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas admin web se Undana, yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sebab, sesuai pengamatannya, di unit-unit, sejumlah pekerjaan masih saja dilakukan orang yang sama. Karena itu, pihaknya mendorong, agar setiap admin web bisa mengupdate konten secara berkala, agar wajah website Undana bisa berubah.

Warek II Undana, Ir. Jalaludin, M. Si ketika mengikuti Rakor Evaluasi Pengelolaan Website melalui zoom meeting, Selasa (3/8/2021)

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, Ph. D pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak sehingga peringkat Undana bisa mengalami lonjakan yang signifikan. Dosen Senior Fakultas Pertanian Undana itu menyarankan agar Undana bisa menyamakan persepsi, terkait dengan konsistensi penggunaan nama Undana, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.

“Saya baru saja mendapatkan informasi dari Kepala Kantor Urusan Internasional Undana, berkaitan dengan satu hal yag perlu kita tindaklanjuti, yakni inkonsistensi penyebutan nama Undana dalam Bahas Indonesia, Bahasa Inggris, yang biasa digunakan dalam sejumlah penelitian, dan publikasi-publikasi jurnal intenasional dan lain sebagainya,” tandasnya. Ia menambahkan, meski hal tersebut dianggap sederhana, tetapi sangat mempengaruhi terhadap pemeringkatan Undana nantinya.

Kepala BAAKSI Undana, Drs. Jimmy Benu, M. Si ikut mengapresiasi capaian Undana. Namun menurutnya, ada satu aspek teknis yang diabaikan adalah terkait dengan data dan informasi wisuda. Ia menyebut, terdapat salah satu item di ijazah yang meminta Ketua Prodi (Kepro) mengisi akreditasi Prodi. Benu mengisahkan, salah satu kejadian, dimana Kepro salah satu fakultas mengambil nilai akreditasi prodi di website. Padahal, disinyalir hasil akreditasi tersebut tidak valid. “Kurang valid data dalam website, karena website yang tidak diupdate tiap saat, sehingga Kepro mengutip akreditasi Prodi yang salah, kemudian dimasukkan dalam ijazah. Akhirnya, kita terpaksa harus mencetak ulang sekian banyak ijazah yang datanya kurang valid,” beber Benu.

Artinya, menurut Kepala BAAKPSI, aspek konten juga sangat perlu. Sehingga pada waktu-waktu mendatang diharapkan agar tidak terjadi hal serupa. Pihaknya juga meminta agar tim satgas membuat mekanisme atau Standar Operasional Prosedur (SOP) ke setiap unit, agar kegiatan-kegiatan di unit bisa dilaporkan ke tim satgas dan kemudian dilakukan peliputan dan publikasi.

Kasubag Perencanaan dan Sistim Informasi BAAKPSI Hendro Supranoto, S. Kom, M. Si pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana, yang terus mendukung upaya peningkatan peringkat webometrics Undana. Ia mengaku, meski persiapan yang dilakukan sangat singkat, tetapi progres yang dicapai sangat drastis.

“Tanggal 29 juli 2021 yang lalu, satgas sudah lakukan koordinasi tentang rencana persiapan program agar bisa mencapai pelaporan webometrics Bulan Desember. Sudah ada beberapa program diinisiasi oleh Ketua Satgas, setelah ini beliau laporkan ke pimpinan. Atas nama admin website tiap prodi, kami sampaikan permohonan kepada pimpinan agar berkesempatan mendengar secara langsung kondisi dan kendala yang dialami admin website di setiap unit,” papar Hendro.

Sementara itu, Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi, Dr. Jefry Balle, M. Eng menjelaskan, terkait dengan perkembangan pemeringkatan Undana sejak Januari-Juli 2021. Menurutnya, secara umum kondisi pemeringkatan Undana dinilai berdasarkan tiga kriteria, yakni aspek visibility/impact, openness dan excellence. Dari tiga parameter itu, yang paling signifikan adalah parameter visibility, yakni terkait dengan pengelolaan website atau banyaknya backlink dari situs luar. Karena itu, aspek oppeness dan excellence perlu didorong lagi, agar bisa menyamai aspek visibility. Peningkatan pada aspek visibility, menurut dia, karena konsistensi mengupdate website dengan konten-konten yang telah disediakan, sesuai dengan website contoh dari tim satgas.

Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi, Dr. Jefry Balle, M. Eng, ketika menyampaikan beberapa hal kepada pimpinan dalam Rakor Evaluasi Pengelolaan Website melalui zoom meeting, Selasa (3/8/2021).

Butuh Dukungan Kebijakan Pimpinan Undana

Ia mengaku, telah membuat hal-hal teknis berkaitan dengan tiga aspek di atas, tetapi hal itu butuh dukungan kebijakan pimpinan Undana. Dr. Jefry menjelaskan beberapa kebijakan yang harus dilakukan pimpinan Undana, diantaranya adalah: Pertama, menetapkan mata kuliah bersifat open courseware. “Seiring dengan kegiatan merdeka belajar. Jika dimungkinkan, pimpinan Undana bisa menetapkan satu mata kuliah setiap prodi, yang bersifat open courseware,” paparnya. “Jadi mata kuliah di masing-masing prodi tersebut bisa diakses semua orang di website kita,” ujarnya menambahkan.

Kedua, menyiapkan template untuk International Relation Office (IRO) di website Undana. Dr. Jefry menyebut, saat ini pihaknya bersama tim satgas tengah menyiapkan template untuk IRO di website Undana. Hal tersebut agar dapat memberikan informasi bagi mahasiswa luar negeri untuk mendapatkan informasi atau yang berkeinginan kuliah di Undana. “Sedang disiapkan template kontennya, jadi kontennya harus disiapkan IRO Undana,” harapnya.

Ketiga, 100 persen dosen di Undana harus memiliki akun google scholar atau terdaftar di Sains.  Mantan Kaprodi Teknik Mesin, FST ini meminta pimpinan Undana agar mendorong 100 persen dosen di Undana, agar memiliki akun google scholar atau terdaftar di Sains and Technology Index (SINTA). Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat 200 dosen yang belum terdaftar di SINTA. Terkait hal ini, pihaknya meminta agar dosen-dosen yang memiliki nama yang familiar, dalam email harus berafiliasi dengan Undana.

Keempat, perlu adanya kebijakan pimpinan Undana guna mendorong peningkatan jumlah publikasi internasional yang terdaftar di scimago. Hal lainnya, menurut Dr. Jefry, absensi yang selama ini berbasis aplikasi slack, harus berbasis website. “Jadi, itu salah satu hal lain yang perlu dioptimalisasi,” paparnya. Selain itu, tim satgas juga pada semester ini memberi perhatian khusus pada layanan perpustakaan, repositori dan bebrapa hal terkait, sehingga fungsi e-library dan repositori bisa berjalan maksimal

Sementara Arfan Mauko, ST., M. Cs menambahkan, sebelumnya, Undana berada pada peringkat 263, dengan rincian dari aspek impact 8429, openness 5954 dan excellence 6657. Menurutnya, semakin kecil poin setiap aspek, maka semakin baik pemeringkatan yang dilakukan webometrcs. “Peringkat kita yang meningkat signifikan 147, murni naik dari aspek impact, yakni masalah backlink. Jadi, konten yang rutin lebih dari satu, naik ke website https://undana.ac.id/, itu semua berkontribusi untuk poin dari aspek impact,” paparnya.

Saat ini, ungkap Arfan, Undana memiliki poin pada aspek impact 2457, openness 6488, dan excellence 6650. Jika dibandingkan dengan universitas yang berada pada peringkat 100 besar, tidak semuanya memiliki nilai rendah, tetapi peringkatnya naik, karena didukung aspek lainnya. Untuk itu, ia juga meminta agar dua aspek lainnya, yakni openness dan excellence juga perlu diperhatikan dan ditingkatkan. (rfl)

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *