Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata

SEMINAR NASIONAL

Tema Umum: Praksis HAM, Gender dan Kebijakan Dalam
Pembangunan Pariwisata Di Era Otonomi Daerah (Keberhasilan dan
Tantangan)

Sub-Tema : Isu Pembangunan Pariwisata dalam Kontestasi
Politik 2024

Di era otonomi daerah, kebijakan terkait pariwisata tidak saja berlandaskan
regulasi pusat tetapi terutama berdasarkan aspirasi masyarakat. Dalam kerangka
itu, partisipasi semua elemen termasuk perempuan urgen didiskusikan.
Sebagai sebuah provinsi dengan tingkat kemiskinan dan kemiskinan yang
cukup tinggi, Nusa Tenggara Timur berupaya menggalakan berbagai upaya
pembangunan termasuk pembangunan pariwisata. Misinya sangat sederhana.
Baragam masalah yang tengah menyelimuti masyarakat NTT harus segera
diselesaikan dengan potensi dan aset yang ada di Propinsi NTT. Jalan pariwisata
diambil untuk mencapai tujuan itu.
Untuk mencapai taraf itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf)
berbenah. Wajah pariwisata NTT yang selama ini lesuh dan kurang menarik mulai
dibenah. Langkah pembangunan berbagai fasilitas pendukung di beberapa aset
pariwisata di seluruh NTT harus diakui sebagai bagian dari proses itu. Peningkatan
kualitas SDM pariwisata di sisi yang lain menjadi bagian lain yang harus pula
dihargai.

Masalah pariwisata NTT hanya dapat dipahami sejauh memahami empat hal
utama yakni destinasi, promosi, ekonomi kreatif dan kelembagaan. Destinasi
berhubungan dengan jenis dan aset wisata yang dimiliki masyarakat NTT. Promosi
berkaitan dengan cara dan strategi yang tepat agar masyarakat luar tahu tentang
beragam aset itu. Jika wisatawan telah mengetahui aset wisata NTT, yang harus
dipikirkan adalah menggerakan ekonomi rakyat. Tiga hal itu harus didukung oleh
managemen kelembagaan yang kuat dan mapan. Managemen yang dimakasud
adalah soal strategi organisasi dan persiapan SDM di level organisasi maupun
masyarakat.

Tujuan dan manfaatKegiatan ini bertujuan untuk:
1. Menganalisis praksis pelaksanaan kebijakan pariwisata di Indonesia dan NTT
di era otonomi daerah.
2. Menganalisis aspek keadilan masyarakat dalam bidang pariwisata di
Indonesia dan NTT.
3. Merumuskan kebijakan yang tepat di bidang pariwisata di era otonomi
daerah di Indonesia dan NTT saat ini.

Tempat dan Waktu

Kegiatan ini diadakan selama sehari hari di Kupang:
Tempat : Harper Hotel Kupang
Hari/Tanggal : 20 Oktober 2023


Pembicara

1. Dr. Drs. Zet. Soni Libing, M. Si
2. Dr. Laurensius P. Sayrani, M.P.A


Peserta

Kegiatan ini diikuti oleh hampir 100 orang peserta dari berbagai kalangan
baik akademisi, mahasiswa dan umum. Upaya pembaharuan dan perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah langkah yang
sangat positif untuk meningkatkan potensi pariwisata di wilayah tersebut. Beberapa
hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah:
1. Infrastruktur Pariwisata: Pembangunan fasilitas pendukung pariwisata,
seperti akses transportasi yang baik, akomodasi, restoran, dan atraksi wisata
yang menarik, dapat meningkatkan daya tarik pariwisata NTT. Investasi
dalam infrastruktur ini membantu memperbaiki pengalaman wisatawan.
2. Sumber Daya Manusia (SDM): Peningkatan kualitas SDM di sektor
pariwisata adalah kunci untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi
kepada wisatawan. Pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan
bagi pelaku industri pariwisata di NTT dapat meningkatkan daya saing
mereka.
3. Pengelolaan Lingkungan: Dalam upaya meningkatkan pariwisata, penting
untuk memperhatikan pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Menjaga
keaslian lingkungan dan budaya setempat adalah kunci untuk mendukung
pariwisata jangka panjang.
4. Promosi dan Pemasaran: Promosi pariwisata NTT secara efektif sangat
penting untuk menarik perhatian wisatawan. Upaya pemasaran yang baik
dan kampanye promosi dapat membantu mengidentifikasi potensi wisata
dan mengarahkan wisatawan ke destinasi NTT.
5. Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan
keputusan terkait pariwisata dan memberdayakan mereka untuk
berpartisipasi dalam sektor ini adalah langkah yang sangat positif. Ini
memastikan bahwa manfaat ekonomi dan sosial dari pariwisata lebih merata
dan berkelanjutan.
6. Kerja Sama dengan Swasta: Kerja sama dengan sektor swasta dalam
pengembangan pariwisata adalah penting. Investasi swasta dalam
infrastruktur pariwisata, seperti hotel dan restoran, dapat memberikan
dorongan penting bagi pertumbuhan sektor ini.
7. Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi modern, seperti aplikasi
perjalanan dan pemasaran digital, dapat membantu mempromosikan
pariwisata NTT secara lebih luas dan efektif.
Semua langkah ini membantu meningkatkan daya tarik pariwisata NTT,
meningkatkan pendapatan dan pekerjaan, dan memberikan manfaat sosial dan
ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat lokal. Dengan perencanaan yang bijak
dan implementasi yang baik, pariwisata di NTT memiliki potensi untuk berkembang
secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Semoga keberhasilan kegiatan ini menjadi dorongan untuk mengadakan lebih
banyak acara serupa di masa depan, yang akan terus memperkaya pemahaman kita
tentang isu-isu penting di dunia pariwisata dan politik.