Pendidikan dan Pelayananan Kepolisian di Mata Kombes Pol Dr. Drs. Savio Dominicus Yampormase, MH

Pendidikan sepanjang hayat atau dalam terminologi long life education, layak disematkan kepada sosok Kombes Pol (Kompol) Dr. Drs. Savio Dominicus Yampormase, MH.

Empat tahun lalu, ia diwisuda pada Program Ilmu Hukum, Program Pascasarjana (PPs), Universitas Nusa Cendana (Undana). Kali ini, Dr. Dominicus kembali diwisuda di kampus yang sama. Mantan Kapolres Alor itu diwisuda Doktor Ilmu Administrasi, bersama dengan 1.129 wisudawan lainnya yang begelar Magister, Profesi dan Sarjana.

Kepada media ini, Kompol Dr. Dominicus menjelaskan singkat terkait pendidikan tinggi, terutama Undana dan pelayanan kepolisian. Dirinya mengungkapkan, tak pernah berpikir bisa meraih gelar akademik tertinggi dalam hidupnya. Jika dulu, pendidikan hanya bisa ditempuh oleh orang-orang dengan kapasitas ekonomi yang memadai. Namun hari ini, ungkap dia, tidak demikian. Sebab, saat ini banyak ruang terbuka kepada semua orang untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Mitologi yang hidup di masyarakat bahwa orang bisa sekolah, kalau punya kemampuan finansial yang cukup, itu sebenarnya tidak. Banyak ruang terbuka untuk kita semua bersaing saat ini. Banyak beasiswa (pemerintah) juga diberikan bagi anak-anak yang kurang beruntung dari aspek ekonomi,” ungkap Kabid Propam Polda NTT, Kompol Diminicus usai diwisuda pada acara Dies Natalis ke-59, Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode ketiga, Rabu (1/9/2021) di Auditorium Undana.

Dirinya menyebut, gelar akademik yang diraihnya sebagai motivasi kepada generasi muda saat ini, termasuk anak-anaknya dan anggota polisi di Polda NTT. “Kita tidak bisa berhenti belajar, karena perkembangan iptek akan berkaitan langsung dengan pelayanan kepolisian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” tandas pria asal Maluku itu.

Dukung Undana

Sebagai alumni Undana, dirinya akan selalu memberi dukungan kepada almamater Undana. Menurutnya, sudah saatnya Undana tampil prima. Apalagi,  Undana saat ini sudah memasuki usia yang ke-59, tepat 1 September 2021. “Artinya bahwa dengan pertambahan usia, kemudian (diikuti) pertambahan fasilitas, tenaga pendidik yang kredibilitasnya teruji, membuat para alumni pun merasa bangga, bahwa universitas ini tidak bisa diangap sebelah mata,” tuturnya.

Melalui perjuangan yang sungguh dari civitas akademika, terutama mahasiswa, lanjut Dr. Dominicus, pada akhirnya Undana bisa sejajar dengan universitas negeri lainnya di Indonesia. Menariknya, ia juga mendukung penuh siapapun yang akan menggantikan Rektor Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatan periode kedua. “Saya pribadi, sangat mendukung siapapun yang nanti akan jadi Rektor Undana. Alumni tetap berada paling depan untuk mendukung keputusan-keputusan dan kebijakan yang diambil,” tandas mantan Kapolres Kupang itu.

Pelayanan Kepolisian

Menyoal disertasinya yang berjudul “Pelayanan Kepolisian Pengawasan Perbatasan RI-RDTL: Studi tentang Efektivitas dan Efisiensi Model Pelayanan”, Dr. Dominicus menyebut, disertasinya berangkat dari keprihatinannya ketika tipologi Polda NTT dinaikan dari tipe B ke tipe A. Selain itu, pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur (Menan) kala itu bahwa dalam waktu dekat, jumlah anggota Polda NTT belum bisa ditingkatkan sebagaimana daftar susunan personil yang seharusnya berjumlah 24 ribu orang.

“Kita kan sekarang baru 1.400 (personil). Artinya, daya muat kita baru 46 persen personil. Personil sedikit dengan luas wilayah tak terhingga ini tidak mungkin bisa melayani masyarakat dengan baik,” ungkap mantan Wadir Krimsus Polda NTT itu. Karena itu, sambung dia, perlu terobosan-terobosan kreatif. Salah satu terobosan kreatif yang ditulisnya adalah dengan menggunakan layanan bersifat ofline dan online. Layanan tersebut ia beri nama Dominic. Ia menyebut, Dominic merupakan sebuah model layanan yang dipakai untuk melengkapi pelayanan konvensional, yang selama ini dilakukan polisi.

“Sehingga diharapkan dengan layanan ini bisa meningkatkan pelayanan dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh polisi, khususnya di wilayah perbatasan, karena kita tahu bahwa masa-masa sebelum Jokowi, wilayah perbatasan belum mendapat perhatian penuh,” sebutnya.

Meski demikian, lanjut Dr. Dominicus, wilayah perbatasan saat ini sudah semakin berkembang. “Karena itu, perlu kita support sebagai bentuk tanggungjawab kita untuk berpartisipasi dengan pemerintah guna memberi perhatian sungguh-sungguh terhadap peningkatan pelayanan Polri kepada masyarakat,” pungkas mantan Kapolres Sabu Raijua itu.

Untuk diketahui, Dr. Drs. Savio Dominicus Yampormase, MH merupakan satu-satunya wisudawan doktoral yang diwisuda  pada periode ketiga, September, kali ini. Ia mengikuti wisuda secara luring (onsite) di Auditorium Undana, lantaran berhasil meraih IPK 3, 93. Promotor pada ujian terbuka disertasinya adalah Prof. Ir. Fredrik L.  Benu, M. Si., Ph. D, Co-Promotor I, Dr. David B. W. Pandie, MS dan Co-Promotor II, Dr. Diego Tadeus, M. Hum. (rfl).

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *