IRO Undana Gelar Lokakarya BIPA

International Relation Office (IRO) atau Kantor Urusan Internasional (KUI) Undana menggelar pelatihan microteaching atau lokakarya Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel On The Rock, Kupang, Kamis sampai Sabtu (18/6/2022). 2 (dua) narasumber yang dihadirkan pada kegiatan BIPA kali ini adalah Rakhama Diana Sari (Training Specialist, Koordinator ELTA NTT) dan Abdurrobbi al Ihsan (training specialist).

Kepala IRO Undana, Ir. Maria Lobo, M. Maths.Sc., Ph. D ketika membuka kegiatan tersebut menyatakan, lokakarya BIPA kali ini sebagai tindak lanjut lokakarya sebelumnya tentang Pengembangan Silabus dan Bahan Ajar. Kegiatan BIPA yang digelar saat ini, kata Maria, telah didiskusikan dengan Koordinator ELTA NTT, yang juga narasumber dalam kegiatan BIPA, Rakhama Diana Sari. Ia mengungkapkan, lokakarya yang berlangsung selama tiga hari itu juga akan menghadirkan siswa asing. “Kita juga akan hadirkan international student, yang mungkin juga mereka adalah adult learner. Karena itu, terima kasih kepada Pak Marlon yang fasilitasi kita mendapat international stundent,” tuturnya.

Koordinator ELTA NTT, Rakhama Diana Sari (berdiri) menjadi pembuka pemaparan materi, dan akan diikuti Abdurrobbi al Ihsan (duduk).

Ia menambahkan, ada banyak hal yang akan dipelajari melalui kegiatan BIPA, terutama mengenai demo mengajar dengan menggunakan gambar, memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya NTT, hingga diskusi maupun umpan balik. Kepala IRO juga berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan tersebut agar bisa menjadi bekal dalam pengajaran BIPA, pada saatnya.

Koordinator ELTA NTT, Rakhama Diana Sari dalam paparannya mengawali dengan memberi kesempatan bagi 11 (sebelas) orang peserta BIPA untuk menggunakan kartu kata untuk semua tingkat, sebagai bagian dari demo mengajar 1 (satu) dan 2 (dua), sekaligus menganalisis kedua demo mengajar tersebut. 

Ana-sapaan Rakhama Diana Sari juga memberi kesempatan untuk diskusi kelompok terkait penggunaan gambar dan kartu untuk tingkatan yang berbeda. Untuk diketahui, pada hari kedua, para pemateri bergantian memberikan materi, diantaranya, tes penempatan berupa tinjauan ulang dan penyusunan tes, praktik tes penempatan tulis, diskusi kelompok dengan menggunakan power point, persiapan demo mengajar satu, mengajar rekan sendiri hingga diskusi dan umpan balik.

Sementara pada hari ketiga, para peserta diminta memperkenalkan budaya setempat, persiapan demo mengajar dua, tes penempatan, demo mengajar siswa, dan diakhiri dengan diskusi dan umpan balik. Usai pemaparan materi, narasumber dan pemateri memberi pesan dan kesan selama mengikuti microteaching. Dan, diikuti dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada narasumber maupun peserta, dan ditutup oleh Kepala IRO. (rfl).

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *