DRTPM Kemdikbud-Ristek, LP2M Undana dan DJKI Kemenkumham Dorong Dosen Mengajukan dan Melindungi Hak Kekayaan Intelektual-Paten

Guna mendorong dosen Universitas Nusa Cendana untuk mengurus Paten maka Pusat Layanan Inovasi, Publikasi dan HKI Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Undana, mengadakan pelatihan “Rekognisi Kinerja Dosen Melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).”Selama dua hari Kamis dan jumat (21-22 juli 2022) bertempat di Hotel Kristal kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, drh. Cynthia Dewi Gaina, MTropVSc sebagai Koordinator Pusat Layanan Inovasi, Publikasi dan HKI yang mengajak para dosen untuk mulai mengajukan HKI-nya baik berupa karyacipta, merek dan Paten dari hasil pelaksanaan tridharmanya baik di bidang pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya Pembukaan dan Sambutan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U.E.Sanam, M.Sc yang mengajak terlibatnya semua dosen Undana berDampak melalui invensi hasil inovasi riset yang dipatenkan, sehingga Paten bukan hanya soal Pengajuan Angka Kredit (PAK) namun memiliki potensi untuk dikomersialisasikan.

Kegiatan workshop tersebut dilakukan secara luring dan daring dan turut hadir Prof. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., IPU., ASEAN Eng, Selaku Plt. Direktur Riset,Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Stefano Thomy Asri Darmadi, S.TP, MH selaku Pemeriksa Paten DJKI Kemenkumham RI.

Penyampaian materi Komersialisasi HKI bagi dosen oleh Prof Teuku Faisal Fathani, PhD dan Pemberian Ucapan Terima kasih bagi Narasumber DJKI Kemenkumham RI, Stefano Thomy Asridarmadi, S.TP., M.H.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana Dr.Ir.Damianus Adar,M.Ec menjelaskan bahwasaat ini LPPM Undana sedang berusaha mendorong para dosen untuk membuat paten karena saat ini karya-karya dosen Undana semakin meningkat, sehingga dengan adanya workshop kinerja Dosen melalui HKI ini harapannya ada peluang bagi para dosen untuk melakukan pendaftaran dan pengakuan paten.

Karena paten itu memang pembuatannya spesifik dan juga ada syarat-syaratnya, maka harapannya dengan adanya paten bisa dimanfaatkan secara luas sehingga bisa dimanfaatkan oleh industry maupun oleh masyarakat secara umum serta hasil riset dosen tersebut benar-benar bisa diterapkan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Wakil Rektor I. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si,  mengalungkan tenunan khas NTT kepada Stefano Thomy Asri Darmadi, S.TP, MH di Hotel Kristal, Kamis (21/7/2022).

            Prof. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Selaku Plt. Direktur Riset,Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang terhubung secara virtual menegaskan bahwa Paten itu seperti suatu yang berharga dari dosen. Jadi mindset dosen harus kearah kekayaan intelektual, hakcipta, paten lalu desain industri dan kedepan itu granted paten atau sertifikat paten bisa dipakai untuk misalnya meminjam uang di bank, karena sifatnya sudah seperti seakan kita punya harta. Lebih lanjut dikatakan bahwa kebanyakan dosen telat membuat paten, jadi mereka membuat paten setelah riset, padahal sebetulnya paten itu sudah bisa dibuat ketika dia sudah punya ide, jadi daftar paten dulu baru riset. Hal itu karena paten itu sifatnya first to file yang berarti siapa yang pertama kali meminta hak untuk paten. Dengan adanya paten ini kita mendapat pengakuan, terdaftar dan granted, selanjutnya kita akan diberi semacam akta resmi paten itu. Dengan demikian maka lembaga di Universitas bisa mengisi hasil kinerja inovasi dan karya-karya dosen,lanjutnya.

Pada Kesempatan yang sama, Pemeriksa Paten DJKI Kemenkumham “Stefano Thomy Asri Darmadi, S.TP, MH”dalam penyampaian materinya tentang “Penyusunan dan Penulisan Paten (teori dan praktik) dan Simulasi Pendaftaran HKI (Karyacipta dan Paten) menjelaskan bahwa paten adalah transfer teknologi yang pada intinya memerlukan kolaborasi dalam solusi-solusi teknis. Paten bukan hanya di dominasi oleh orang-orang sains saja tetapi sangat terbuka. Pada dasarnya semua orang bisa memiliki paten dimana dalam melakukan suatu kajian diharapkan agar jangan memulainya dari titik nol tetapi memulainya dari titik dimana orang berhenti melakukannya.

Foto bersama; Stefano Thomy Asri Darmadi, S.TP, MH selaku Pemeriksa Paten DJKI Kemenkumham RI. di Hotel Kristal, Kamis (21/7/2022).

Diakhir kegiatan, Kepala LP2M Universitas Nusa Cendana Dr.Ir.Damianus Adar,M.Ec mengajak semua dosen Undana berDampak melalui kegiatan worshop tersebut. (yust)

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *