Dies Natalis ke-59, Rektor Prof. Fred Benu Pamit dan Ungkap Sejumlah Keberhasilan Undana

Rektor Undana, Prof. Fred Benu ketika menyampaikan pidato di hadapan Senat,  wisudawan/ti dan seluruh Civitas Akademika Undana pada Dies Natalis ke-59 Undana, Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode ketiga 2021 di Auditorium Undana, Rabu (1/9).

Penataan Dimulai

Penataan dimulai, ungkap Rektor Undana, saat Undana masih berstatus sebagai Satker dengan lingkungan fisik seluas kurang lebih 100 Ha, masih sangat bebas diakses masuk keluar oleh semua orang tanpa ada pembatasan, baik warga kampus Undana, warga kampus bukan Undana maupun bukan warga kampus, baik untuk urusan pelayanan publik maupun urusan pribadi. Bahkan pada saat itu, wilayah kampus ini sebagian dapat diakses untuk urusan transaksi “rent seeking” perorangan. Pengaturan dan penataan sebagai kawasan tertib pendidikan sulit dilakukan karena belum adanya pagar pembatas wilayah kampus secara memadai, di samping sebagian wilayah masih digunakan sebagai area domisili oleh warga Undana maupun bukan warga Undana.

Menurut Prof. Fred, upaya penataan kampus sebagai wilayah tertib pelayanan pendidikan tidaklah mudah karena mendapat tantangan dari beberapa pihak, bahkan harus berhadapan dengan urusan pengadilan. Namun dengan dukungan semua pihak, papar Prof. Fred, kampus Undana akhirnya bisa ditata secara baik sebagaimana dapat dirasakan saat ini. “Kondisi seperti ini sangatlah membantu dalam hal koordinasi pembatasan aktivitas warga, khususnya selama masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sejumlah Bangunan dan Fasilitas

Prof. Fred mengungkapkan, wilayah kampus Undana juga telah berdiri sejumlah bangunan megah yang diperlukan untuk menunjang pelayanan pendidikan. Sejumlah gedung baru yang berhasil dibangun antara lain adalah satu gedung FEB, sejumlah gedung FKIP, satu gedung FKP, dua gedung Fapet, satu gedung Faperta.

Di samping itu juga dilakukan penataan ruang kuliah standar dan fasilitas pendukung lainnya di hampir semua fakultas yang ada. Di luar gedung perkuliahan yang disebutkan tersebut, Undana juga sudah memiliki gedung/fasilitas modern lainnya guna menunjang pelayanan di dalam kampus antara lain dua unit laboratoritum lapangan terpadu lahan kering kepulauan sebagai centre of excellent Undana, 1 unit Rumah Sakit Umum Undana, 1 unit Klinik Veterinary, 1 unit gedung Micro Teaching, 1 unit Student Center, dan tentunya 1 unit Auditorium ini dengan kapasitas hampir 5000 orang, di dukung dengan fasilitas yang sangat modern dan terbesar di NTT.

Ia menambahkan, saat ini juga sedang dalam proses konstruksi 2 unit bangunan yang cukup besar, yaitu satu gedung ICT berlantai 3 dengan kapasitas tampung 500 orang dan satu unit gedung Rumah Susun berlantai 3 bantuan Kementerian PUPR yang pada waktunya juga dapat difungsikan sebagai Hotel Universitas Nusa Cendana. Juga saat ini sedang dibangun satu unit bangunan di FISIP dan satu unit bangunan lainnya di FKM.

Implementasi Visi Undana

“Selama delapan tahun kepemimpinan saya sebagai Rektor, saya mengimplementasikan Visi Undana “Universitas Berorientasi Global” sebagai “Universitas Beroriantasi Global Berbasis Lahan Kering Kepulauan”. “Refocusing” visi tersebut saya lakukan karena lahan kering kepulauan merupakan kekuatan lokal yang patut kita kedepankan untuk kita jadikan branding yang membedakan Undana dari universitas lainnya,” papar Prof. Fred Benu.

Hal tersebut, sambung Rektor Undana, disertai dengan pembenahan sistem perencanaan dan manajemen keuangan, serta kemampuan menyampaikan gagasan di hadapan Kemenristek saat itu dan Kemenkeu, refocusing tersebut telah berhasil mengubah status pengelolaan keuangan Undana dari Satker menjadi Badan Layanan Umum (BPU) dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 166 tahun 2017.

Berubah jadi BLU

Sejak Undana berubah status menjadi Badan Layanan Umum, yang menyejajarkan Undana dengan sejumlah universitas kelas menengah lainnya di Indonesia, maka kinerja Undana terus mengalami peningkatan. Prof. Fred membeberkan, hampir seluruh jenis pelayanan di Undana saat ini sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan website universitas (undana.ac.id). Pelayanan yang saat ini ssudah berbasis teknologi informasi antara lain adalah:

Pertama, Sistem perencanaan dan penganggaran (SIMPERKEU) yang digunakan untuk penyusunan program dan anggaran tahunan mulai dari tingkat prodi dan unit terkecil sampai pada konsolidasi tingkat universitas. Kedua, Sistem Layanan Akademik (SIAKAD) untuk konsultasi studi, belanja mata kuliah dan hasil studi. Ketiga, Sistem pendapatan (SIRAMAN) untuk memantau pendapatan akademik dan non-akademik secara virtual-real time dari setiap unit. Keempat, Sistem pengeluaran/belanja anggaran (SIMKEU) untuk memantau pengeluaran anggaran dari setiap unit pengelola anggaran juga secara virtual-real time.

Kelima, Sistem pemantauan kinerja dan reward (SIREMUN) untuk memantau kinerja dari setiap orang yang ada di lingkungan Undana baik tenaga pendidik maupun kependidikan berikut rewards system per orang per kinerja. Keenam, Sistem pendidikan/engajaran (E-Learning) untuk layanan proses belajar/mengajar, seminar, diskusi, workshop dan ujian; dan ketujuh, Sistem adminstrasi tata persuratan (Slack Infokom Undana) untuk memantau seluruh persuratan berikut penjenjangan disposisi, catatan, edaran, perintah dll. dalam lingkungan kerja Undana.

Perlu dicatat bahwa sejak 2017 Undana mengalami perubahan yang sangat besar dalam hal kuantitas maupun kualitas. Jumlah mahasiswa Undana meningkat dari 22.811 orang pada 2013 menjadi 36.409 orang pada 2021. Jumlah Doktor meningkat dari 130 orang pada 2013 menjadi 220 orang pada 2021. Demikian pula jumlah profesor, sesungguhnya terjadi penambahan 8 orang professor sejak 2014 sampai saat ini. Sementara kinerja bidang keuangan, jelas Prof. Fred, tercatat penerimaan PNBP Undana meningkat dari Rp 58,46 M pada 2013 menjadi Rp 205,70 M pada 2020.

Tahun ini, sampai dengan 31 Juli 2021, lanjut Rektor Undana, tercatat penerimaan sebesar 136,81 M. Dalam hal akreditasi prodi, jumlah prodi berakreditasi C menurun drastis dari 31 prodi pada 2013 menjadi tinggal hanya 2 prodi pada 2021. Itupun akibat kelalaian pimpinan Prodi memasukan laporan status akreditasi pada saat jatuh tempo.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu saat memindahkan tali kucir salah satu wisudawati terbaik pada Dies Natalis ke-59 Undana, Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode ketiga 2021 di Auditorium Undana, Rabu (1/9)..

Reformasi Birokrasi

Dalam hal reformasi birokrasi, sebut Prof. Fred, Undana telah memiliki dokumen peta jalan sebagai komitmen Undana untuk mewujudkan Good University Governance. Beberapa hal yang telah dilakukan antara lain pengembangan sistem informasi sebagai quick win dan penetapan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani pada 3 unit kerja di tahun 2021, yakni SPI, FK, dan BAUK.

Sejak Undana ditetapkan sebagai perguruan tinggi negeri dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum maka setiap awal Tahun Rektor wajib menandatangani kontrak kinerja sebagai komitmen kerja dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan dengan Kementerian Keuangan yang diukur melalui sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU).

“Dapat Saya katakan bahwa hampir sebagian besar IKU yang ditetapkan relatif dapat dicapai sebagai hasil dari kerja sama yang kuat dengan semua komponen pelayanan di dalam Undana. Namun ada sejumlah indikator yang sampai saat ini masih terasa sulit untuk dicapai dan inilah yang menjadi kekurangan kami sebagai Rektor, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Calon Rektor yang baru untuk terus meningkatkan Kinerja Undana ke depan,” papar orang nomor satu Undana itu.

Beberapa IKU yang relatif selalu dapat dicapai oleh Undana, jelas Prof. Fred, antara lain adalah jumlah mahasiswa berwirausaha, jumlah pendapatan, rasio pendapatan terhadap biaya operasional, modernisasi pengelolaan BLU, jumlah publikasi internasional, persentase dosen S3 dan jumlah mahasiswa yang langsung bekerja. IKU yang masih dalam tahap penataan dan diperkirakan akan dapat dicapai oleh Undana dalam beberapa tahun ke depan antara lain adalah jurnal ilmiah bereputasi global, persentase lektor kepala, jumlah PUI, dan akreditasi Prodi Internasional.

Penataan IKU oleh Rektor Baru

Sedangkan IKU yang masih perlu ada pembenahan, penataan dan upaya keras dari semua pihak dalam satu koordinasi di bawah kepemimpinan Rektor yang baru nanti, antara lain adalah: Pertama, peringkat nasional Perguruan Tinggi menurut cluster PT yang dikeluarkan oleh Kemendikbud-Ristek, dimana Undana ditargetkan masuk dalam kategori 100 nasional dan saat ini Undana masih berada pada peringkat 152.

Kedua, pemeringkatan universitas menurut Webometric dengan target Undana berada pada peringkat di bawah 100 secara nasional. “Meski peringkat Undana telah meningkat secara signifikan di pertengahan tahun 2021 menjadi terbaik di NTT, tetapi saat ini Undana masih berada pada peringkat 147 di Indonesia,” paparnya.

Ia juga mengatakan, dengan kerja keras dan kerja sama antar semua unsur di maka Undana bisa diproyeksikan masuk ke dalam kelompok 100 besar univesitas di Indonesia dan kinerja Akreditasi Universitas yang saat ini masih B akan meningkat menjadi akreditasi A.

“Guna mengatasi kekurangan ini dibutuhkan komitmen dari semua elemen khususnya pimpinan unit pada tingkat prodi dan fakultas sehingga memungkinkan Undana berkinerja akreditasi A,” jelasnya.

Kinerja Internasional

Mengenai kinerja international, ungkap Prof. Fred, Undana sebenarnya telah memperoleh ijin dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk menyelenggarakan program Magister Lingkungan dalam bentuk program split site – double degree bersama Griffith University. Namun program tersebut urung dilaksanakan pada 2020 karena masalah pandemi Covid-19. Demikian pula semua program kerja sama penelitian, joint supervision, join publication, student & staff exchanges dengan berbagai universitas di luar negeri, yang terhambat pelaksanaannya karena masalah yang sama, antara lain penelitian persama di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang melibatkan beberapa universitas di Australia dan Timor Leste dengan pendanaan dari Pemerintah Australia. “Diharapkan kepemimpinan yang baru nanti dapat melanjutkan program-program tersebut saat masalah pandemi ini sudah dapat diatasi,” pinta Rektor Undana.

“Saya percaya dengan kerja keras dan kerja sama semua elemen yang ada di Undana, saling bahu-membahu, di bawah koordinasi kepemimpinan Rektor yang baru, Undana akan tetap meraih keberhasilan,” katanya menambahkan. Syaratnya, lanjut dia, adalah kerja sama dan saling membagi tanggung jawab sesuai dengan tupoksi masing-masing. Ia menegaskan, keberhasilan yang dicapai adalah keberhasilan bersama bukan hasil dari kerja sekelompok orang, apalagi kerja keras satu orang Rektor.

Ajak Civitas Akademika Dukung Pemilihan Rektor

Saat ini Undana tengah memasuki proses suksesi Rektor untuk periode Kepemimpinan 2021/2025. Orang nomor satu Undana itu menyatakan, Panitia pemilihan Rektor yang terbentuk sesuai dengan Keputusan Senat No. 3 Tahun 2021 telah melakukan sejumlah tahapan pemilihan, antara lain penjaringan dan penyaringan bakal calon. Saat ini, ungkap Prof. Fred, telah terpilih 3 orang Calon Rektor yang akan diseleksi lebih lanjut dalam proses pemilihan yang akan dilakukan bersama Mendikbud-Ristek pada tanggal yang ditetapkan. Tiga Calon Rektor terpilih, yaitu Dr. drh. Max Urias Sanam, M.Sc, Dr. Franky Telupere dan Dr. Yendris Krisno Syamruth. Menurit Rektor Uundana, ke-3 Calon Rektor tersebut adalah calon pemimpin terbaik yang dimiliki Undana saat ini.

“Saya sebagai Rektor mengajak seluruh sivitas akademika Undana beserta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan bagi suksesnya proses suksesi rektor Undana 2021 ini, untuk pada waktunya Undana akan memiliki pemimpin yang baru, yaitu Rektor Undana periode 2021-2025. Siapapun yang terpilih adalah putra terbaik Undana yang dikehendaki Tuhan untuk terus membawa Undana semakin meraih keberhasilan di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Ucapan Terima Kasih, Permohonan Maaf dan Pamit

Terhadap semua capaian dan kemajuan yang sudah dicapai selama ini sehingga Undana berada pada “standing” sebagaimana adanya saat ini, selaku Rektor, pribadi dan keluarga, Prof. Fred mengucapkan limpah terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Rektor selama kurang lebih 8 tahun. “Saya dan Istri beserta keluarga tidak mungkin membalas budi baik Ibu/Bapak, seluruh pimpinan baik tingkat rektorat, fakultas, lembaga, dan unit lainnya, pegawai, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Undana yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu, kami hanya mengucapkan kalimat usang “terima kasih banyak”, Tuhan pasti akan membalas budi baik Ibu/Bapak/Saudara sekalian,” ujarnya.

Tidak lupa Prof. Fred juga ucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi RI yang sudah mempercayakan dirinya untuk memimpin Undana selama 2 periode kepemimpinan. “Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Gubernur NTT sekaligus sebagai Ketua Dewan Penyantun Undana yang sudah mendukung saya bekerja dengan baik, juga kepada seluruh pimpinan daerah otonom, Walikota dan seluruh Bupati di NTT. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya.

Sebagai seorang manusia, Rektor mengaku sadar sepenuhnya bahwa dirinya tidak mungkin lepas dari kelemahan, kekurangan dan keterbatasan selama memimpin Undana sebagai seorang Rektor. “Terhadap kekurang-sempurnaan saya sebagai seorang manusia, melalui kesempatan yang berbahagia ini, saya mohon dimaafkan. Biarlah kata maaf saya ini boleh menjadi bahan refleksi bagi kita semua untuk mendukung pelayanan Undana ke depan di bawah kepemimpinan Rektor yang baru,” ujarnya. ungkap Prof. Fres. “Ijinkan saya untuk berpamitan di hadapan forum “Rapat Senat Luar Biasa” ini, dan kembali ke Almamater tercinta “Fakultas Pertanian Undana,” ungkapnya disambut aplaus para hadirin.

Diakhir sambutannya, Rektor mengutip terjemahan syair lagu yang pernah dipopulerkan oleh “Waylon Jennings” pada tahun 1973 berjudul: “You Asked Me To”. Lagu tersebut dibawakan oleh Band Undana diakhir sambutan Rektor Undana, sebagai persembahan terakhir Guru Besar Ekonomi Pertanian itu kepada Almamater Tercinta “Undana”.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan, selamat Dies Natalis ke-59 Undana kepada seluruh Civitas Akademika Undana, sekaligus selamat kepada 1.130 orang wisudawan yang diwisuda hari ini, tepat pada Dies Natalis Undana.

Untuk diketahui, sejak berdiri hingga hari ini, Undana telah mewisuda 74.061 orang wisudawan Diploma, Sarjana, Profesi, Magister dan Doktor. Selama 8 tahun kepemimpinannya, Rektor Prof. Fred telah menandatangani 34.076 ijazah yang terdiri dari 20 ijazah S3, 1.630 ijazah S2, 533 ijazah profesi, dan 31.893 ijazah S1. Hari ini, 1.130 orang wisudawan, yang terdiri atas 1 orang doktor, 61 orang magister, 16 orang profesi, 1.052 orang sarjana diwisuda tepat pada Dies Natalis ke-59 Undana. (rfl).

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *