Beri Kuliah Umum, BPIP Teken MoU dengan Undana dan UNWIRA

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kuliah umum sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA). Kuliah umum dengan tema Menggali Nilai-Nilai Pancasila di Bumi Cendana itu dilaksanakan di Aula Rektorat Undana, Rabu (8/12). Kuliah umum yang digelar luring dan laring itu dihadiri sekitar 1000 mahasiswa Undana dan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), secara daring, maupun secara luring.

Hadir pula, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Ir. Prakosi, MM, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Antonius Benny Susetyo dan Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP, Elfrida Herawati, Siregar, SP, MM.

Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi Ph.D ketika menjadi pembicara tunggal dalam kuliah umum tersebut menegaskan, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak tradisi, tokoh dan pemikiran yang mengedepankan harmoni dan kesatuan bangsa. NIlai-nilai luhur tersebut tak hanya ditunjukkan oleh ragam tradisi budaya dan warisan pemikiran tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan dari provinsi ini, termasuk warisan pemikiran Pancasila oleh Soekarno di Ende.

“Praktik sosial-politik serupa yang bertujuan menciptakan masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera sesuai cita-cita Pancasila juga masih berlaku dan dilakukan oleh pelbagai tokoh masyarakat NTT saat ini,” ujarnya. Tradisi dan praktik pancasilais yang berkelanjutan ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya soal sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi cerita masa depan.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs Sanam dan Ketua BPIP, Prof. Yudian tengah menandatangani MoU di Aula Rektorat Undana, Rabu (8/12/2021).

Di hadapan lebih dari seribu mahasiswa dari dua universitas yang hadir secara hybrid, Prof Yudian memberi pesan untuk berbangga menjadi warga NTT yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus berbangga menjadi bangsa Indonesia yang mendudukkan semua warga negara setara di depan hukum. Kesetaraan ini membuat semua warga negara, termasuk generasi muda di Nusa Tenggara Timur punya kesempatan untuk menjadi pemimpin di Indonesia.

Rektor Undana, Dr. Drh. Maxs Sanam M.Sc ketika membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang sama. Dr Maxs Sanam menambahkan bahwa pembinaan ideologi Pancasila yang bertujuan menciptakan generasi yang cakap secara sosial-emosional sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengindarkan pengajaran Pancasila secara monolog dan sesuai dengan tantangan jaman.

Dr. Maxs menegaskan, anak muda tak cukup lahir dengan kompetensi kognitif dan psikomotirok belaka, tetapi butuh soft skill. Karena itu, Undana berupaya mendidik mahasiswa agar menjadi sarjana yang memiliki karakter pancasilais. Terkait dengan MoU dengan BPIP, ungkap dia, merupakan sesuatu yang luar biasa. “Sebab, tantangan saat ini mata kuliah Pancasila diajarkan secara monolog, sehingga kami menekanka metode pembelajaran lebih kepada project base,” urainya.

Dengan begitu, lanjut Dr. Maxs, mahasiswa bisa berpikir secara rasional, diskusi dan berargumentasi guna menggali personalan yang terjadi, sehingga bisa berterima di kalangan anak muda yang hidup di era milenial.

Sementara Rektor UNWIRA, Dr. Pater. Philipus Tule menyambut baik hadirnya BPIP di Bumi Cendana. Ia menyatakan, Unwira siap mendukung program pembinaan ideologi Pancasila bersama kampus-kampus lain di NTT, utamanya Undana. Melalui tridharma, ungkap Pater Philipus, UNWIRA berupaya mewujudkan pembumian nilai Pancasila di kampus dan di tengah masyarakat NTT.

“Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTT, kami berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini BPIP yang telah merintis kerjsama melalui MoU, dan rencana lanjutan lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bersama BPIP, Undana dan UNWIRA siap mendukung pengarusutamaan nilai luhur Pancasila di NTT, dengan melakukan penelitian dan memublikasikan secara intensib. Sebab, Pancasila harus diwariskan bagi generasi muda NTT, sekaligus sumbangan bagi masyarakat Indonesia.

Untuk diketahui, sebelum kuliah umum dilakukan, BPIP juga melakukan teken Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Undana dan UNWIRA yang diwakili oleh pimpinan masing-masing. Kegiatan berlangsung selama dua jam dengan metode hybrid di Gedung Rektorat Undana dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (*rfl).

Author

Editor LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments
    Categories
    Archives